Mendapat panggilan interview tentu menjadi kabar yang menyenangkan, terutama bagi fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan pertama. Setelah mengirim CV ke berbagai perusahaan, akhirnya ada satu perusahaan yang tertarik dan ingin mengenal Anda lebih lanjut.
Namun, rasa senang tersebut terkadang diikuti dengan rasa gugup. Apalagi jika ini merupakan pengalaman interview pertama. Karena belum terbiasa, beberapa fresh graduate bisa melakukan kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari dengan persiapan yang sederhana.
Interview bukan hanya tentang menjawab pertanyaan dari HR atau user. Cara Anda berkomunikasi, menunjukkan ketertarikan, hingga mempersiapkan diri sebelum interview juga bisa menjadi pertimbangan.
Lantas, apa saja kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate saat interview? Berikut beberapa di antaranya.
-
Datang Terlambat
Kesalahan pertama yang sebaiknya dihindari adalah datang terlambat tanpa alasan yang jelas. Terlambat bisa memberikan kesan bahwa Anda kurang mempersiapkan diri atau belum mampu mengatur waktu dengan baik.
Jika interview dilakukan secara langsung, cari tahu lokasi kantor dan perkirakan waktu perjalanan sejak jauh-jauh hari. Jangan lupa mempertimbangkan kemungkinan macet atau kendala lain di perjalanan.
Sementara itu, untuk interview online, pastikan perangkat dan koneksi internet sudah siap. Anda bisa masuk ke ruang meeting beberapa menit sebelum jadwal dimulai.
Datang lebih awal juga memberikan waktu untuk menenangkan diri sebelum interview dimulai.
-
Tidak Mencari Tahu tentang Perusahaan
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah datang ke interview tanpa mengetahui perusahaan yang dilamar.
Padahal, informasi dasar mengenai perusahaan sebenarnya cukup mudah ditemukan. Anda bisa mencari tahu apa bisnis perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan, hingga siapa target konsumennya.
Ketika interviewer bertanya, “Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?”, Anda bisa memberikan jawaban yang lebih relevan.
Tidak perlu menghafal seluruh sejarah perusahaan. Cukup pahami informasi dasarnya dan hubungkan dengan alasan Anda tertarik pada posisi tersebut.
-
Tidak Memahami Posisi yang Dilamar
Sebelum interview, coba baca kembali deskripsi pekerjaan yang tercantum dalam lowongan kerja.
Jangan sampai Anda melamar sebuah posisi tetapi tidak memahami tanggung jawabnya. Hal ini bisa membuat Anda kesulitan ketika interviewer bertanya mengenai alasan memilih posisi tersebut atau bagaimana Anda dapat berkontribusi.
Memahami posisi yang dilamar juga membantu Anda mempersiapkan pengalaman atau keterampilan yang relevan untuk diceritakan selama interview.
-
Jawaban Terlalu Singkat atau Justru Bertele-tele
Rasa gugup terkadang membuat kandidat hanya memberikan jawaban singkat seperti “iya”, “tidak”, atau “belum pernah”. Sebaliknya, ada juga yang menjawab terlalu panjang hingga pembahasannya keluar dari pertanyaan.
Cobalah menjawab dengan jelas dan langsung pada inti pertanyaan. Jika memungkinkan, berikan contoh untuk memperkuat jawaban.
Sebagai fresh graduate, Anda tidak harus selalu menggunakan pengalaman kerja sebagai contoh. Pengalaman organisasi, magang, kepanitiaan, proyek kuliah, hingga kegiatan freelance juga bisa digunakan selama relevan dengan pertanyaan.
-
Terlalu Cepat Membahas Gaji
Membicarakan gaji bukan sesuatu yang salah. Namun, timing juga perlu diperhatikan.
Jika sejak awal interview Anda langsung fokus menanyakan gaji, tunjangan, atau cuti tanpa membahas posisi dan tanggung jawab pekerjaan terlebih dahulu, hal tersebut bisa memberikan kesan bahwa kompensasi menjadi satu-satunya pertimbangan Anda.
Jika interviewer membuka pembahasan mengenai kompensasi, tentu Anda dapat mendiskusikannya. Namun, pada tahap awal, cobalah terlebih dahulu menunjukkan ketertarikan Anda terhadap posisi dan kesempatan untuk berkembang.
-
Tidak Bisa Menjelaskan Pengalaman dan Skill
“Karena saya fresh graduate, saya belum punya pengalaman.”
Kalimat seperti ini mungkin sering muncul ketika kandidat ditanya tentang pengalaman. Padahal, pengalaman tidak selalu berarti pengalaman bekerja penuh waktu.
Anda bisa menceritakan pengalaman magang, organisasi, kepanitiaan, proyek kuliah, freelance, atau kegiatan lain yang pernah dilakukan.
Misalnya, jika Anda melamar sebagai content writer, Anda dapat menceritakan pengalaman mengelola media sosial organisasi kampus atau membuat artikel untuk proyek tertentu.
Yang terpenting, jelaskan apa yang Anda kerjakan, keterampilan yang digunakan, dan apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut.
-
Terlalu Pasif Selama Interview
Interview seharusnya menjadi percakapan dua arah. Karena itu, jangan hanya menjawab pertanyaan dengan singkat tanpa menunjukkan ketertarikan.
Perhatikan interviewer ketika berbicara, dengarkan pertanyaan dengan baik, dan berikan respons yang sesuai. Jika ada hal yang belum jelas, jangan ragu untuk meminta interviewer mengulang atau menjelaskan pertanyaannya.
Sikap sederhana seperti ini dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar terlibat dalam percakapan.
-
Tidak Menyiapkan Pertanyaan
Di akhir interview, interviewer biasanya memberikan kesempatan kepada kandidat untuk bertanya.
Jika Anda langsung menjawab, “Tidak ada”, sebenarnya itu tidak selalu menjadi masalah. Namun, akan lebih baik jika Anda sudah menyiapkan beberapa pertanyaan terlebih dahulu.
Anda bisa bertanya mengenai tanggung jawab posisi, struktur tim, budaya kerja, atau ekspektasi perusahaan terhadap posisi yang dilamar.
Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah tercantum dalam informasi lowongan. Pastikan pertanyaan yang Anda ajukan menunjukkan bahwa Anda memang ingin memahami pekerjaan tersebut.
-
Kurang Memperhatikan Sikap dan Penampilan
First impression memang bukan segalanya, tetapi tetap penting dalam proses interview.
Anda tidak harus selalu mengenakan pakaian yang sangat formal. Sesuaikan penampilan dengan budaya perusahaan dan jenis pekerjaan yang dilamar. Pastikan juga pakaian terlihat rapi dan nyaman digunakan.
Selain penampilan, perhatikan juga bahasa tubuh. Duduk dengan baik, menjaga kontak mata sewajarnya, dan berbicara dengan jelas dapat membantu Anda terlihat lebih percaya diri.
Untuk interview online, pastikan latar belakang cukup rapi dan Anda berada di tempat yang minim gangguan.
-
Tidak Melakukan Persiapan
Kesalahan terakhir yang paling sering terjadi adalah tidak mempersiapkan diri.
Interview memang tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Namun, Anda tetap dapat mempersiapkan beberapa hal dasar.
Coba latih jawaban untuk pertanyaan yang umum ditanyakan, seperti:
- “Ceritakan tentang diri Anda.”
- “Mengapa tertarik dengan posisi ini?”
- “Apa kelebihan dan kekurangan Anda?”
- “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”
- “Mengapa kami harus memilih Anda?”
Tidak perlu menghafalkan jawaban kata demi kata. Pahami poin yang ingin disampaikan agar jawaban tetap terdengar natural saat berbicara dengan interviewer.
Tips agar Fresh Graduate Lebih Siap Menghadapi Interview
Selain menghindari kesalahan di atas, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sebelum hari interview.
Pertama, luangkan waktu untuk mencari tahu tentang perusahaan dan posisi yang dilamar. Kemudian, baca kembali CV yang Anda kirimkan. Pastikan Anda mengingat pengalaman dan informasi yang tercantum di dalamnya karena interviewer bisa saja menanyakannya.
Selanjutnya, siapkan beberapa contoh pengalaman yang dapat menunjukkan kemampuan Anda. Tidak harus pengalaman kerja. Pengalaman organisasi, magang, proyek kuliah, maupun kegiatan lainnya juga bisa menjadi bahan cerita.
Jangan lupa menyiapkan beberapa pertanyaan untuk interviewer dan memastikan semua kebutuhan teknis sudah siap, terutama jika interview dilakukan secara online.
Yang tidak kalah penting, berikan diri Anda waktu untuk beristirahat. Datang ke interview dengan kondisi yang cukup tenang akan membantu Anda berpikir lebih jernih saat menjawab pertanyaan.
Tidak Lolos Interview? Jangan Langsung Berkecil Hati
Tidak semua interview akan berakhir dengan kabar diterima kerja. Jika belum berhasil mendapatkan pekerjaan dari satu proses rekrutmen, bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan.
Bisa jadi ada kandidat lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan pada saat itu. Bisa juga ada hal tertentu dalam proses interview yang masih perlu Anda perbaiki.
Jika memungkinkan, lakukan evaluasi setelah interview. Ingat kembali pertanyaan yang membuat Anda kesulitan, jawaban yang terasa kurang maksimal, atau bagian yang membuat Anda kurang percaya diri.
Dengan begitu, Anda bisa menggunakan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk interview berikutnya.
Penutup
Interview kerja pertama memang bisa terasa menegangkan, terutama bagi fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman. Namun, rasa gugup tersebut dapat dikurangi dengan persiapan yang matang.
Mulai dari datang tepat waktu, memahami perusahaan dan posisi yang dilamar, hingga mempersiapkan jawaban dan pertanyaan untuk interviewer. Hal-hal sederhana tersebut dapat membantu Anda menjalani proses interview dengan lebih percaya diri.
Ingat, interviewer tidak selalu mencari kandidat yang sudah mengetahui segalanya. Sebagai fresh graduate, Anda dapat menunjukkan kemauan belajar, sikap positif, dan potensi yang Anda miliki.
Jadi, jangan terlalu fokus pada pemberian jawaban yang “sempurna”. Fokuslah untuk menjadi diri sendiri, menjawab dengan jujur, dan menunjukkan alasan mengapa Anda tertarik untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.



