Pernah kebayang nggak, lagi ada dinas kerja ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, tapi sekalian bisa liburan juga? Nah, inilah konsep bleisure yaitu gabungan dari business (bisnis/kerja) dan leisure (liburan). Konsep ini belakangan makin populer, terutama di kalangan profesional muda atau Gen Z yang ingin tetap produktif tapi juga menjaga work-life balance.
Apa Itu Bleisure?
Bleisure adalah tren di mana orang yang sedang melakukan perjalanan dinas memanfaatkannya untuk sekalian berlibur. Jadi, setelah urusan kerja selesai, mereka memperpanjang waktu tinggal untuk jalan-jalan, eksplorasi budaya lokal, atau sekadar melepas penat.
Sederhananya, bleisure itu cara cerdas buat “menabung pengalaman” tanpa harus ambil cuti panjang.
Kenapa Bleisure Jadi Tren?
Ada beberapa alasan kenapa konsep ini makin diminati:
- Efisiensi biaya: tiket pesawat atau hotel biasanya sudah ditanggung perusahaan, jadi tinggal tambah sedikit biaya untuk extend liburan.
- Work-life balance: bisa kerja sekaligus liburan bikin pikiran lebih segar.
- Generasi muda suka fleksibilitas: Gen Z dan milenial lebih senang gaya kerja yang nggak kaku.
Selain itu, banyak perusahaan juga mulai menyadari manfaat bleisure bagi karyawan, karena bisa membantu menjaga motivasi kerja.
Manfaat Bleisure untuk Pekerja
Buat karyawan, bleisure itu semacam “best of both worlds”. Selesai kerjaan, langsung bisa recharge dengan suasana baru. Keuntungannya banyak banget, misalnya:
- Mengurangi stres
Kerjaan padat bisa bikin kepala penuh. Dengan bleisure, kita bisa langsung ambil waktu buat healing setelah urusan kantor. Jadi nggak cuma kerja-kerja-kerja, tapi ada jeda buat diri sendiri.
- Balik kerja lebih produktif
Setelah pikiran di-refresh lewat jalan-jalan, biasanya semangat kerja balik lagi bahkan bisa lebih tinggi dari sebelumnya. Hasil kerja pun jadi lebih maksimal.
- Meningkatkan kepuasan kerja
Rasanya lebih dihargai ketika perusahaan kasih fleksibilitas buat combine kerja dan liburan. Efeknya? Karyawan jadi lebih betah dan loyal.
Manfaat Bleisure untuk Perusahaan
Kalau karyawan happy, perusahaan juga ikut happy. Bleisure bisa jadi win-win solution karena manfaatnya nggak main-main:
- Karyawan lebih bahagia, lebih produktif
Orang yang puas dengan work-life balance biasanya lebih termotivasi. Mereka lebih fokus, lebih semangat, dan hasil kerjanya pun meningkat.
- Employer branding makin keren
Perusahaan yang mendukung bleisure terlihat lebih peduli sama kesejahteraan timnya. Ini bikin citra perusahaan lebih positif, terutama di mata talenta muda yang mencari tempat kerja “manusiawi”.
- Retensi karyawan lebih baik
Kalau udah nyaman, karyawan jadi nggak gampang pindah. Perusahaan pun bisa mengurangi turnover yang seringkali makan biaya besar.
Tips Agar Bleisure Berjalan Lancar
Biar pengalaman bleisure nggak berubah jadi masalah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Atur jadwal dengan rapi
Pastikan semua pekerjaan utama beres dulu sebelum extend liburan. Dengan begitu, liburan bisa tenang tanpa kepikiran deadline.
- Komunikasi dengan atasan
Transparansi itu penting. Kasih tahu atasan soal rencana perpanjangan waktu tinggal biar nggak ada miskom.
- Manfaatkan waktu efektif
Misalnya kerja dulu di weekdays sesuai jadwal, lalu lanjut liburan di weekend. Jadi kerjaan tetap aman, tapi tetap dapat quality time buat explore tempat baru.
- Kontrol biaya pribadi
Bedakan dengan jelas mana biaya yang ditanggung perusahaan (urusan kerja) dan mana yang jadi tanggungan pribadi (urusan liburan). Dengan begitu, nggak ada salah paham soal reimbursement.
Penutup
Bleisure bukan sekadar tren, tapi cara baru untuk menikmati perjalanan kerja dengan lebih bermakna. Dengan menggabungkan urusan profesional dan kesenangan pribadi, pekerja bisa mendapatkan keseimbangan hidup yang lebih baik, sementara perusahaan juga mendapat keuntungan dari karyawan yang lebih termotivasi.